Tampilkan postingan dengan label Beasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beasiswa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Maret 2014

Hari Ke-2 PK-9 : Materi Aku untuk Dunia dan Penulisan Jurnal Ilmiah

Materi berikutnya adalah tentang "Aku Untuk Dunia".

Sebuah materi renungan bagi kita tentang peran apa yang dapat kita berikan untuk Indonesia. Materi ini disampaikan oleh Letkol Laut Arif  Badrudin. Beliau adalah almuni LPDP yang sekarang sedang menempuh studi di UNSW, Canberra Australia.

Pesan-pesan moral yang disampaikan diantaranya :
Kita banyak memiliki keinginan/cita-cita, tapi kita dikelilingi oleh keterbatasan. Karena itu, kita tidak bisa sendiri untuk mewujudkan impian tsb. Perlu kerja sama dengan orang-orang disekitar yang satu frekuensi dengan kita. Karena itu, kita perlu mengubah mindset dari sifat Individualis menjadi "Aku untuk sekitarku". Ilmu yang kita miliki harus menjadi solusi bukan menjadi penyebab masalah.

Gantungkan cita-cita setinggi langit. Kalaupun belum dapat mencapai langit, setidaknya kita lebih tinggi dari langit-langit rumah. Keep Persistence!!

Next , Materi Tentang "Penulisan dan Kode Etik Jurnal Ilmiah"

Materi ini dibawakan oleh Prof. Dr. Ir.M.Nasikin, M.Eng. Seorang dosen dan peneliti di bidang katalisis heterogen.

Beliau menjelaskan tentang kiat menulis karya ilmiah, apa pentingnya publikasi dsb. Adapun kesulitan mahasiswa pada umumnya adalah di tahap awal dari proses penulisan karya ilmiah yaitu Ide. Oleh karena itu, Pak Nasikin memberikan kiat-kiat bagaimana tahap penulisan karya ilmiah yaitu Mulai belajar berfikir kritis dan mungkin sedikit gila hehe..Untuk langkah awal adalah Kenali Symptom/ Gejala dari sebuah Masalah. Dari tahap ini, akan muncul identifikasi dan perumusan masalah. Dari Ide, akan muncul ---> Roadmap, Tujuan, Hypothesis ---> mulai Men Desain/ Proposal ----> Pelaksanaan Riset  (tentunya termasuk pengujian Hypothesis) ----> Jika Hypothesis Terbukti berarti Formulasi berhasil ---> Penulisan Karya Ilmiah. 
Jika suatu penelitian memiliki Novelty, maka hal ini akan menjadi nilai tambah untuk kita. Novelty adalah kebaruan yang belum pernah dilakukan orang lain.

Selain sebagai syarat kelulusan, hal yang paling penting dari sebuah penelitian adalah sebagai salah satu parameter kemajuan suatu institusi Perguruan Tinggi. Ukuran ranking sebuah Universitas, ditentukan oleh banyak tidaknya penelitian ilmiah yang dilakukan. Parameter yang diambil memang bervariasi salah satunya dari Citation Index Jurnal. Ranking Universitas Dunia, salah satunya bisa di lihat disini http://www.topuniversities.com/university-rankings

Overall, pesan pemateri yang paling moralis dan idealis menurut saya adalah Niat kita melanjutkan studi bukan karena ingin lulus mendapat gelar lalu naik jabatan atau karir semata, tapi lebih dari itu kita bisa menghasilkan sebuah karya tulis yang unggul dan bermanfaat. Syukur-syukur jika bisa membuat sebuah inovasi produk yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Arggh.. beratnyaa...dalam tempo 1,5- 2 th ini harus bisa menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat. Semoga...diberi kemudahan untuk bisa melakukannya. Aamiiin.

Sabtu, 01 Maret 2014

Hari ke-2 PK-9 : Materi What, Why, & How To LPDP

Materi yg kami dapatkan adalah ttg What,Why, and How to LPDP. Materi ini disampaikan oleh Direktur LPDP, Bpk Eko Prasetyo dan Bpk.Abdul Kahar sebagai utusan dari Kemendikbud. Pesan-pesan yang disampaikan kurang lebih spt ini ...

Diawali dg motivasi dari Direktur LPDP, Bpk. Eko Prasetyo kepada para calon awardee, agar kita sbg calon generasi yang akan menjadi pemimpin di masa yg akan datang harus memiliki banyak mimpi. Seorang pemimpin besar harus memiliki mimpi besar. Seorang pemimpin yang berhasil adalah yang mampu meng-orbitkan anggotanya/mengajak orang untuk lebih sukses dari kita. 

Lalu masuk ke materi inti..seputar LPDP.
Bahwa, APBN yang disediakan adalah sekitar 1500 T. Dari total angka yang sangat significant tersebut, pendidikan mendapatkan jatah 20%. Adapun sumber dana LPDP berasal dari dana abadi yang di investasikan. Hasil dari investasi tsb lah yang menjadi sumber biaya LPDP kepada para awardee. Sebagai informasi, th 2013 modal dana LPDP sekitar 15.6 T, dan di thn 2014 mendapat tambahan 1.3T sehingga menjadi lebih kurang 16.9 T. Sebuah angka yang cukup fantastis. Maka kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para generasi muda yang memiliki semangat untuk melanjutkan studi magister dan doktor baik di dalam maupun luar negeri.

LPDP adalah sebuah lembaga dibawah naungan 3 kementrian yaitu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementrian Agama (Kemenag), dan Kementrian Keuangan (Kemenkeu). Di thn 2014 ini, LPDP mulai menerapkan beberapa regulasi baru terkait seleksi penerimaan awardee. Diantaranya adanya "Leader Group Discussion" sebagai tambahan dari tahapan seleksi. Pada tahap ini, para peserta seleksi akan diberikan sebuah case untuk didiskusikan dalam sebuah kelompok. Kemudian, akan ada tim psikolog yang menilai per individu di tiap-tiap kelompok tersebut. Hmm..tampaknya akan semakin seru. Sebelumnya, seleksi dilakukan sebanyak tiga tahap, yaitu berkas, wawancara dan program kepemimpinan.

Oia, bicara mengenai sumber dana LPDP, tadi sempat disinggung tentang dana abadi yang di investasikan. Adapun bentuk investasi bisa berupa obligasi dan deposito. Lanjut ke jenis layanan yang disediakan oleh LPDP, diantaranya :
  1. Program beasiswa magister, doktor baik dalam maupun luar negeri, thesis dan disertasi. Selain itu, disediakan pula program afirmasi, yaitu sebuah program beasiswa yang ditujukan untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal)  yang berada di Indonesia.
  2. Program pendanaan riset strategis yang bersifat inovatif dan produktif.
  3. Rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana alam.
  4. Pengelolaan dana pengembangan pendidikan nasional (investasi)
Selain itu, hal baru yang akan dicanangkan adalah akan diadakannya sebuah beasiswa jenis baru yang bernama "Presidential Scholarship". Beasiswa ini adalah beasiswa yang prestisius, hanya dibuka sekali dalam setahun dengan kuota peserta kurang lebih 100 orang. Daan, beasiswa ini langsung dari presiden. Tapi masih kurang jelas, langsung dalam artian apakah akan ditraining langsung oleh Bpk Presiden di istana negara, begitukah? Ntah lah, We'll see next!

Ok, lanjut lagi ke jenis penelitian yang seperti apa si yang didukung oleh LPDP. Here they are,
1. Penelitian yang implementatif (menghasilkan produk, sudah punya prototype)
2. Penelitian yang bersifat sosial budaya
3. Penelitian tentang agama
4. Penelitian komersial yang melibatkan pihak industri sehingga bisa memiliki nilai jual.

Daan, yang terbaru lagi di tahun ini adalah..akan ada program beasiswa khusus untuk jurusan spesialis di bidang kedokteran. Yeay..lagi-lagi peluang terbuka untuk para generasi muda. Namun, yang cukup menyedihkan adalah..mulai tahun 2014, tidak ada lagi calon awardee yang berstatus on-going. Jadi, jika mau mendaftar LPDP, pastikan jangan sampai jadwal kuliah kita sudah dimulai. Hal ini sebenarnya bertujuan untuk mentertibkan proses registrasi dan penyesuaian jadwal seleksi selanjutnya agar tidak berbarengan dengn jadwal kuliah apalagi ujian. Sehingga mulai th 2014, LPDP menetapkan periode seleksi sebanyak 4x dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, Desember. Diharapkan dengan adanya pengaturan jadwal seleksi ini, para pendaftar sudah memiliki planning dan dapat menyesuaikan jadwal pendaftaran di Universitas dg jadwal pendaftaran LPDP.

Sebagai penutup, salah satu faktor yang menentukan maju atau tidaknya sebuah negara dapat dilihat dari seberapa banyak jumlah tenaga terdidik terutama untuk tingkat master dan doktor. Selain itu, jumlah aktivitas riset yang dilakukan menjadi faktor penentu apakah tenaga terdidik tersebut cukup produktif mengembangkan ilmunya sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.

Memasuki era AFTA 2015, Indonesia harus melakukan sebuah percepatan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM terdidik dan knowledgeable. Bersyukur, LPDP dapat menjadi pioneer untuk ini. Peluang yang diberikan begitu besar bagi para generasi muda. Oleh karena itu, jangan di sia-siakan. Manfaatkan peluang ini untuk memajukan dan meningkatkan potensi diri dan menjadi sarana kita untuk memberikan kontribusi untuk negeri.

Sekian dulu laporan dari kami.



Hari Ke-1 PK-9 : Sambutan Panitia dan PDKT dengan Peserta PK-9

Rabu, 12 Februari 2014

Akhirnya, tiba juga hari yang dinanti. Momen 12 hari Program Kepemimpinan LPDP akan segera saya jalani. Bersama teman-teman dari Bandung, kami berangkat menuju Wisma Makara UI, Depok menggunakan travel Baraya. Alhamdulillah, bisa sampai tepat waktu. Sekitar pukul 12 siang. Sementara acara pembukaan akan dimulai pukul 13.30 wib.

Setelah melakukan check-in, aku bersama roomate ku Hani Hamid, segera menuju Aula untuk mengikuti acara pembukaan. Acara ini dihadiri oleh seluruh panitia pelaksana PK-9. Sambutan diberikan oleh Bpk.Kamiluddin sebagai ketua pelaksana. Pak Kamil ini adalah orang yang selalu memberi kami (calon awardee) tugas-tugas pra-PK. Ditengah-tengah kesibukan kami ntah itu kuliah atau bekerja, beliau selalu memberi surprise hampir setiap hari dengan memberikan berbagai macam tugas dengan tujuan agar bisa lebih Terasa Manfaatnya :-D

Setelah itu acara lanjut ke perkenalan seluruh panitia sekaligus mengenalkan fasilitator dari panitia untuk masing-masing kelompok. Oh ya, untuk penamaan kelompok, tema yang diangkat  adalah nama suku di Indonesia. Dan kelompokku, mendapatkan daerah Riau sebagai patokan kami mencari nama suku. Akhirnya, kami putuskan nama suku kelompok kami adalah Sakai, yaitu sebuah suku yang mendiami daerah Riau dan tinggal disekitar sungai. Mata pencaharian sebagian besar penduduk adalah mencari ikan disungai, Oleh karena itu, yel-yel kelompok kami adalah yang berhubungan dengan sungai, bunyi Yel-yel kami adalah . sebagai berikut :
"Dayung yuk dayung , mari kita dayung... bersama menuju garis kemenangan (intro)"
Lalu kami mengdaptasi lagu "If you're happy and you know it clap your hand " salah satu lagu kesukaan anakku, menjadi yel-yel kami. Tentu saja dengan mengganti liriknya menjadi :
"Kalau kau ingin maju ayo gabung...Ayo!!
Bersama berkarya membangun bangsa..Sakai!!
Yang muda dan berkarya..
Moralis cendekia...
Generasi Emas Indonesia..Oyeaaah!!"

Sementara untuk angkatan, kami memantapkan Mars, ikrar dan Yel-yel angkatan yang sebelumnya sudah menjadi tugas pra-PK. Untuk tagline PK-9 adalah "Satu Cinta Untuk Indonesia" yang sudah didokumentasikan melalui kaos khusus PK-9 yang di design oleh Mba Eva Mia Siska dan Mas Hamdi sebagai eksekutor pembuat kaosnya..Thanks to them...

Hari pertama PK, di isi dengan pembukaan dan pemantapan tugas-tugas angkatan serta kelompok. Tak lupa pula, momen ini saya manfaatkan untuk berkenalan dengan semua peserta PK-9, terutama dari kelompok saya "Sakai". Kelompok Sakai terdiri dari 11 orang :
1. Aisyah Ilyas, cewek cantik dan cool ini akan melanjutkan studi ke Tsing Hua University,  China jurusan Hubungan Internasional
2.Ertika Nanda, yang akrab dgn panggilan mb Nanda. Seorang wanita manis yang aktif dan dinamis. Beliau akan melanjutkan studi ke Univ. Twente Belanda , jurusan Ilmu Komunikasi
3. Henny Kurniawati, ibu tiga anak ini begitu semangat untuk melanjutkan studinya di program Doctoral Accounting di Ghent University , Belgia. Salut bgt deh!
4. Anggha Satya Nugraha, dosen muda dari UI yang selalu berfikir spt Sherlock Holmes ini akan melanjutkan studi ke program Phd di bidang Matematika , Universitas of Canterbury, Selandia Baru.
5. Ratna Sari Widiastuti, cewek hitam manis yang energik ini akan melanjutkan studinya di program Magister untuk Matematika UGM
6 Arif Darmawan, Pak Lurah kita yang cool bangeeet ini akan melanjutkan studinya di program Master Teknik Fisika di ITS.
7. Muqrobin, si Mr. Bin ini orangnya aktif di yayasan sosial dan bekerja di Dept.Sos, akan melanjutkan studi di program Doktor di UIN Sunan Kalijaga, Jogja prodi Studi Pendidikan Islam
8. Mahanugra Kinzana, anak muda yang berperawakan tinggi dan manis ini *hahaha sangat ambisius dan  bersemangat untuk melanjutkan studinya di program master Business and Marketing, Universtias MacQuarie , Sydney Australia.
9. Zainul HS, anak muda yang suka berkelakar ini akan melanjutkan studinya di program Magister Pengkajian Islam di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
10. Citra Permatasari, seorang ibu berwajah ayu dgn satu anak ini akan segera menyusul suaminya ke Belanda dengan melanjutkan studinya di program Magister Population Studies di Universitas Groningen Belanda.
11. Terakhir, saya, sbg Ibu Kepala Suku (hahaha...tua banget) bernama Aila Gema Safitri, ibu muda perawakan tinggi dan berwajah kalem *uhuk...dgn satu jagoan kecil yang menggemaskan dan suami yang begitu pengertian, akan menyelesaikan studi Magister di ITB dgn program studi Teknik Media Digital dan Game.

Begitulah..hari pertama kami di PK. Petualangan akan dilanjutkan di 10 hari berikutnya...Ganbatte!

Rabu, 08 Januari 2014

The Last Chance in The End Of Year..Wawancara LPDP

Sedikit memberi gambaran tentang wawancara LPDP. Pada waktu itu, saya masuk di gelombang XII, dimana gelombang ini adalah yg terakhir di thn 2013. Berarti ini adalah benar-benar "The Last Chance" untuk saya. Sering saya berfikir, kenapa tidak bulan Agustus kemarin saya wawancara? Ada rasa menyesal pada waktu itu, tapi pada akhirnya, saya baru dapat merasakan hikmahnya. Yup, kenapa saya ditakdirkan masuk di gelombang akhir , tidak lain tidak bukan adalah untuk persiapan mental saya sendiri. Setidaknya ketika browsing tentang wawancara LPDP, sudah banyak sekali info yang saya terima. Beda halnya ketika di bulan Juli-Agustus 2013 kemarin, masih sedikit para awardee yang menulis pengalaman wawancara mereka ntah itu di FB, twitter, blog, dsb. Baiklah, sebagai tambahan info, saya akan ikut berbagi mengenai pengalaman wawancara tgl 14 Desember 2013 kemarin.

Sebenarnya waktu yang disediakan oleh LPDP adalah 2 hari (13-14 Desember 2013). Hari pertama, adalah acara pembukaan, lagi-lagi hari Jum'at :-). Pada waktu itu, acara langsung dibuka oleh Direktur LPDP, Bapak Eko Prasetyo. Setelah itu penayangan video dokumentasi dari kegiatan-kegiatan program kepemimpinan yang sudah dilakukan. Sepertinya seru dan jadi ingin ikut hehe...Selesai pembukaan, begitu keluar dari ruangan, ada pembagian jadwal wawancara. Dan aku dapat jadwal hari ke-2. Setelah itu lanjut ke validasi berkas. Pada saat ini kita wajib membawa dokumen asli dari apa yang sudah kita upload ketika mendaftar online. Yaitu ijazah, transkrip nilai, essay 2 buah, sertifikat ITP, surat tugas (bagi yang bekerja), surat rekomendasi, surat pernyataan dan dokumen pendukung lainnya (biasanya dokumen apa saja yang harus dibawa akan diberitahu lewat email panggilan wawancara). Done! Selesai validasi berkas, Alhamdulillah lolos dan bersiap-siap untuk esok, The Real Battle will be begun hehehe.

Sabtu, 14 Desember 2013
Suasana masih sepi. Baru ada beberapa orang yg datang di aula Yusuf Wibisono. Gedungnya masih satu komplek dengan Kementrian Keuangan. Sambil menunggu, aku mencoba mencari tempat untuk mengambil nafas sekaligus menstabilkan mental..hehe bahasa! Jika perlu, beribadah dan banyak do'a, agar diberi ketenangan dan kemudahan. Note : usahakan datang min 1/2 jam sebelum waktu wawancara dimulai, agar dpt mempersiapkan mental, baca kembali essay dan rencana study, terakhir periksa berkas-berkas lainnya karena nanti akan diperlukan ketika wawancara.

Ternyata pada hari itu, aku dapat giliran ke-2, setelah orang pertama yg dipanggil tidak/belum hadir, maka petugas LPDP langsung memanggil namaku. Sedikit kaget..tapi Bismillah saja. Masuk ke aula, sudah ada tiga orang reviewer. Dua orang dari kalangan akademisi (profesor), dan satunya seorang ibu psikolog. Begitu mengucapkan salam, aku dipersilahkan duduk. Ada beberapa point pertanyaan yang diajukan. Secara garis besar, yaitu :
  1. Konfirmasi kebenaran biodata kita. Ini memastikan kalau biodata kita benar-benar asli. Seputar asal dari mana, akreditasi perguruan tinggi asal, pengalaman kerja (bagi yg sdh bekerja), dan termasuk disini pengalaman organisasi ikut ditanyakan. Lucky me! Selama masa kuliah, memang pernah aktif di organisasi..padahal dahulu sempat sering ditegur keluarga..khawatir akademik turun :-D. Tapi Alhamdulillah tidak sia-sia ternyata...tuh kan..lagi-lagi...segala sesuatu pasti ada hikmahnya.
  2. Masuk ke pertanyaan tentang tujuan kita seputar study. Disini akan dinilai apakah kita sungguh-sungguh untuk melanjutkan study lagi. Alasan melanjutkan studi lagi apa? Visi misi kita apa? hubungannya dengan kontribusi kita untuk kemajuan bangsa apa? Sebenarnya ini sudah ada di dalam essay kita, tapi para reviewer ingin mendengar penjelasan langsung dari kita. Maka, jelaskan saja apa adanya, semampu yang bisa kita lakukan untuk kedepannya, selama itu bisa memberi kontribusi, setidaknya untuk orang banyak/daerah tempat tinggal kita. 
  3. Kemudian lebih khusus pertanyaan tentang rencana study kita ke depan. Apa yang akan kita pelajari di jurusan yang akan kita ambil.  Kalau saya, dengan memberikan gambaran jenis penelitian apa yang akan saya angkat dan hubungannya dengan basic ilmu yang harus saya kuasai di perkuliahan nanti . Meski sebenarnya untuk Magister tidak akan ditanya detail mengenai penelitian. Intinya kita punya rencana dan gambaran, topik atau bagian apa yang ingin kita pelajari (tidak blank). Disini mungkin akan ada masukan atau saran dari para reviewer.
  4. Berikutnya pertanyaan yang menyangkut ke area privacy. Disini yang menanyakan adalah ibu psikolog. Beliau menanyakan tentang kondisi keluarga kita. Bagi saya yang sudah menikah, ketika ditanya tentang anak..ntah kenapa spontan saya jadi sedih :-(. Teringat nanti akan meninggalkan keluarga terutama anak dan suami demi kuliah. Dan lucunya, memang sudah disediakan tissue..mungkin tidak hanya saya yang mewek ketika diwawancarai :-D .Akhirnya saya dikira lemah, tekad saya tidak cukup kuat utk melanjutkan studi. Padahaal...saya hanya lg kangen aja dengan anak yg baru dua hari dtinggal. Tapi kembali saya tekankan, sampai tahap ini saya sudah dpt melewati semua. Mulai dari seleksi masuk S2 di ITB beberapa bulan yg lalu, hingga saya dinyatakan diterima di S2 ITB. Memang info lulus baru via SMS, belum ada SK yang keluar. Jadi saya belum bisa menunjukkan LOA (Letter of Acceptance). Tapi, semoga saja ini bisa menjadi poin kekuatan untuk saya. Dan akhirnya si ibu memberikan saran terkait kendala yang saya alami.
  5. Dan pamungkasnya sesuatu yang unpredictable...saya diminta berbicara menggunakan bahasa inggris #gubrak! Saya sempet kaget, "Wah ga ada persiapan Pak.." ungkap saya spontan ke Prof yang me-request. "Ya gpp..spontan apa adanya saja..." jawab beliau. Dan akhirnya keluarlah bahasa inggris abrakadabra bin amburadul ..spontan berbicara sambil berfikir. Yang terpikir pada saat itu adalah introducing myself. Topik dasar pelajaran bahasa inggris jaman sekolah *lol. Duh..kenapa bukan lagu wajib aja si Paaak..padahal saya sudah menghapal beberapa lirik lagu wajib, batinku saat itu. Note : perlu dipersiapkan topik apa yang akan kita sampaikan tentunya dalam bahasa inggris.
Yap..selesai sudah tahap yg paling krusial dalam perjuangan memburu beasiswa lpdp. Setelah selesai wawancara, tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para reviewer atas saran-saran yang telah diberikan. Setelah ini..kita tinggal pasrah menunggu hasil. Keputusan lulus tidaknya kita tergantung dari hasil penilaian ke-3 reviewer tsb. Perbanyak saja doa, semoga hati para reviewer dibukakan dan mendapat kesan positif dari wawancara dengan kita. Sekian dulu cerita tentang LPDP. Next akan dilanjut ketika sudah memasuki tahapan Program Kepemimpinan.

Selasa, 31 Desember 2013

Berjuang untuk S2 dan Beasiswa (Struggle part 1)


Jum'at..untuk yg kesekian kalinya hari ini menjadi hari yang berkesan bagiku. Ada beberapa momen berharga yang terjadi di hari Jum'at.  Diantaranya, test masuk ITB diadakan hari Jum'at 18 Oktober 2013.

Teringat pada saat itu, suami dan anak ikut mengantar hingga sampai ke tempat test..tentu cukup melelahkan menggendong anak umur 2 tahunan dari gerbang ITB menuju balai bahasa hehehe. Tapi anggap saja jalan-jalan keluarga(jalan-jalan kok ke kampus hihii ). Sesi test ELPT dimulai dari pukul 09.00 wib s.d 12 kurang. Kemudian lanjut siangnya, ba'da Jumatan, ada tes wawancara.

Aku mendapat giliran sekitar pukul 14.30 wib. Saat aku memasuki ruangan sembari mengucapkan salam, tampak seorang bapak sedang serius membaca lembaran kertas, yang belakangan aku tahu kalau itu adalah berkas milikku. Bapak Profesor tsb mempersilahkan aku duduk. Wawancarapun dimulai. Pertanyaan awal adalah seputar klarifikasi biodata diri kita. Selanjutnya beliau menanyakan keseriusan kita untuk kuliah dan mendapatkan beasiswa.Beliau pun menjelaskan tentang ada beberapa skema beasiswa yang dapat diajukan. Pertama, BU..tapi ada berita buruk, pendaftaran BU sudah ditutup..pada waktu itu aku sempat kaget. Wah, padahal aku berharap disitu. Lagipula, syarat IPK nya lumayan nampol 3,5 (selisih 0,1) >,<  Beliau menyarankan seandainya tidak bisa dapat di semester awal ini,  toh semester berikutnya masih bisa mengajukan, dengan syarat IPK minimal 3.5. Wah, justru aku inginnya dapat beasiswa dari awal Pak, supaya IPK S1 saya ada manfaatnya. Batinku saat itu. Beasiswa berikutnya yaitu Seamolec..beasiswa kerja sama antara negara-negara Asia Tenggara. Tapi...beasiswa ini mengharuskan kita sambil bekerja di instansi mereka. Begitupula ketika lulus, mengabdi disana. Lokasinya pun di daerah Tanggerang. Tiap minggu harus pulang pergi Bandung-Tanggerang. Waduh kuliahnya gimana ya? Apalagi aku sudah berkeluarga. Sepertinya beasiswa ini cocok untuk yang masih single, belum terikat dengan keluarga deh. Pikirku saat itu. Next, peluang terakhir adalah LPDP. Naah..kembali aku teringat dengan kejadian diakhir bulan Juli kemarin yaitu gagalnya aku karena tidak bisa ikut wawancara. :-(

Overall...hasil sesi wawancara berakhir dengan kegamangan. Ya..aku menjadi gamang, apakah bisa mendapatkan beasiswa. Pada waktu itu harapanku hanya tinggal BU. Yah, meski diinfokan BU sudah tutup, tapi pihak kampus tetap akan mencoba untuk mendaftarkan kami, para peserta tes beasiswa S2.  Sementara LPDP sudah tidak menyeleksi peserta lagi di tiga bulan terakhir di tahun 2013 ini.

Sepulang dari Bandung, kembali aku hunting info tentang peluang beasiswa lainnya. Suamipun menyarankan agar aku mencoba lagi apply LPDP, meski nantinya harus dipanggil tahun depan. Pada waktu itu aku berfikir, kalau tahun depan sudah positif kuliah, apakah LPDP mau meloloskan aku. Catatan : LPDP tidak ditujukan untuk mahasiswa/i yang berstatus on-going (sudah aktif kuliah). Tapi, meski dengan setengah hati, akhirnya aku apply kembali LPDP pada tgl 12 November 2013. Bismillah bisikku dalam hati. Semoga masih ada harapan di akhir thn ini.

Titik Terang Mulai Muncul

Ditengah-tengah penantian info BU dan pengumuman kelulusan seleksi S2, aku mendapat info dari grup Beasiswa LPDP2013 bahwa terdapat  perubahan kebijakan mengenai kapan waktu seleksi administrasi pada LPDP. Ternyata tiap bulan selalu dibuka untuk tahap seleksi. WAah...seperti ada secercah harapan begitu mendapat kabar ini..^^

Dan benar saja, tepat pada tanggal 28 November 2013 LPDP mengirimkan email pengumuman peserta yang lolos seleksi administrasi..dan namaku terdapat diantara deretan puluhan nama lainnya. Alhamdulillaaah..untuk kali ini aku tidak mau kudet lagi seperti kemarin hehe. Karena email sudah disetting update otomatis :-D. Dan selang 2 minggu kemudian, datanglah email panggilan wawancara tgl 13-14 Desember 2013. Jika dilihat dikalender, tgl 13 lagi-lagi hari Jum'at. Yap..akhirnya perjuangan untuk memburu beasiswa dimulai kembali (judulnya adalah struggle part 2 hehe).


Minggu, 29 Desember 2013

Berburu Beasiswa di Thn.2013


Sedikit berbagi cerita di penghujung thn 2013. Meski masuk kategori terlambat, tp tak mengapalah..drpd tdk sama sekali ;-)

Alhamdulillah setelah lama memimpikan lanjut studi melalui beasiswa..Akhirnya keinginan itu bs tercapai juga. Setelah melalui proses yang cukup panjang tentunya.

Dimulai diawal thn 2013, sebenarnya sudah ada usaha untuk hunting beasiswa kesana kemari. Tapi pada waktu itu (sekitar feb-maret) yang ada adalah beasiswa dikti untuk Calon dosen dan dosen tetap. Keduanya tidak menunjukkan peluang positif. Kategori calon dosen, pastinya umur sdh kadaluarsa (maks 26 th). Untuk kategori dosen,  harus punya NIDN(nomor induk dosen). Sementara aku saat ini masih berstatus sbg dosen luar biasa (tidak tetap). Sempat juga mengurus NIDN, tapii.... prosesnya sangat panjang..hingga saat inipun, NIDN itu belumlah aku miliki. Hehe..tapi..lagi-lagi aku bersyukur..dibalik semua kejadian, pasti terkandung hikmah. Kalau sekiranya aku sudah punya NIDN, pastinya aku tidak bisa melamar beasiswa LPDP. (Utk peraturan saat ini, LPDP tidak ditujukan untuk dosen tetap).

Masuk bulan Juli 2013, saat itu semua berkas untuk pengajuan beasiswa LPDP sudah aku lengkapi. Termasuk skor ITP ku yang cukup untuk memenuhi syarat LPDP (untuk dalam negeri 500, luar negeri 550). Not bad lah untuk pertama kali percobaan test ITP, skor langsung memenuhi untuk standar dalam negeri, tapi masih perlu berjuang lagi jika ingin ke luar :-D . Sementara berkas lainnya yaitu:
1. Essay dua buah, dg judul "Sukses terbesar dalam hidupku" dan "Peranku bagi Indonesia".
2. Rencana Studi utk program Magister, proposal penelitian utk program Doktor.
3. Surat rekomendasi dari atasan tempat bekerja/dosen / ketua RT/tokoh masyarakat.
4. Bukti scan ijazah dan transkrip.
5. Surat tugas bagi yg sedang bekerja .
6. LoA (Letter of Acceptance) dari Universitas yg dituju. Atau bisa juga menyusul (LPDP memberi waktu 1th utk mencari LoA). Baik banget kan ;-)
7. Surat pernyataan berkelakuan baik, tidak sedang menerima beasiswa (format dari LPDP)

Selebihnya adalah mengisi formulir online yang formatnya kurang lebih sama seperti curriculum vitae (CV). Untuk info lengkap mengenai syarat2 LPDP bisa langsung ke situs resminya www.lpdp.depkeu.go.id

Setelah apply, tidak sampai sebulan, aku mendapat email panggilan wawancara, tepatnya tgl 31 Juli - 1 Agustus 2013. Tapiii...pada waktu itu kondisi sangat tidak memungkinkan bagiku untuk memenuhi panggilan yg tidak terduga tsb. Pertama , pemberitahuan via sms sangat mendadak yaitu sehari sebelum hari H. Sementara email, sebenarnya seminggu sebelumnya sdh dikirim, tapi karena aku yg sedang tidak update info, jadi ketinggalan berita (kudet : kurang update) .Kedua, kondisi anak sedang sakit..ga tega juga kalau malam itu aku harus pergi untuk wawancara esok hari (meski sempat terlintas utk langsung memesan tiket pesawat), tapi setelah didiskusikan dg suami..dgn hati sedih, aku membatalkan undangan tsb. Ya semoga saja ada rezeki lain, lirih aku berdoa dalam hati. Suamipun memahami kondisi perasaanku saat itu..dan pastinya ia juga ikut mendoakan semoga suatu saat ada peluang beasiswa lagi ditahun 2013 ini.

Bulan pun berganti..dan aku masih penasaran dgn peluang2 yg ada. Hunting sana sini..meski saat itu utk peluang LPDP sudah ku pindahkan ke deretan paling bawah. Terlebih setelah aku bertanya ke salah satu pegawai LPDP dan melalui forum beasiswa LPDP2013, semua mengatakan bahwa seleksi beasiswa akan dibuka kembali di tahun depan. Hhftt..putuslah sudah harapan dg LPDP.

Tinggal satu harapan di akhir tahun 2013, yakni langsung mendaftar ke pascasarjana ITB dgn mengambil jurusan yang memang memberikan beasiswa (Nekat mode : on). Kebetulan pada bulan Okt-Nov, ada pembukaan seleksi masuk untuk program Teknik Media Digital dan Game (TMDG) itupun gelombang akhir (gel.3). Ya sudah, daripada tidak sama sekali,akhirnya peluang terakhir aku coba. Dan perjuanganpun dimulai kembali. (To be continued)